Abdullah Koro’s Corner

Automotive around us!

Banyak orang Jakarta tak sabaran

Mungkin akan ada yang mempertanyakan mengapa saya memberi judulnya seperti itu? Terus terang saya sendiri tidak menyama-ratakan bahwa semua penduduk Jakarta itu tidak sabaran.

Namun ada beberapa kejadian yang membuat saya mengatakan banyak Jakartans yang tidak sabaran. Mungkin kita semua bisa lihat bagaimana perilaku berlalu lintas penduduk Jakarta dan sekitarnya baik itu ketika pergi berangkat kerja maupun pulang kerja/kuliah/sekolah. Yang saya lihat asal seradak-seruduk. Pengguna kendaraan bermotor baik itu roda dua, roda empat, roda sepuluh maupun yang rodanya puluhan tetap saja sama saja.

Dulu saya ingat waktu masih kecil, zaman SD-lah, ketika akan menyeberang jalan raya cukup berani walaupun lalu lintas dulu belum seramai sekarang. Kalau sekarang, jangankan anak kecil, orang dewasapun harus extra hati-hati ketika menyeberang. Karena kita lihat banyak sekali yang berkendara dengan kecepatan tinggi bahkan bisa diatas 80 km/jam untuk jalan raya yang hanya pantas untuk kecepatan setengahnya. Mungkin kalau kita perhatikan, mungkin orang banyak akan beranggapan karena yang bawa kendaraan rata-rata kaum adam yang terkenal lebih gampang terbawa sifat tidak sabar.

Eit jangan tertipu dulu. Jangan sampai salah kaum hawa lebih sabar. Belum tentu Bung. Saya pernah punya pengalaman ketika membeli makanan, let say ayam goreng, di suatu restoran terkenal di bilangan Ciledug. Ketika bersama anak-anak saya, kami harus mengantre membayar ketika sudah selesai membeli. Kebetulan untuk dibawa pulang waktu itu. Didepan saya ada 2 orang sedang antre bayar. Ternyata dilintasan saya antre, disitu juga pelayan restoran bolak-balik bawa piring kotor sehingga memotong barisan. Saya sengaja tidak maju kedepan karena masih banyak pegawai yang bolak-balik bawa piring kotor. Ternyata, ada beberapa ibu-ibu sekitar 3 orang dibelakang saya yang kelihatannya agak “ngedumel” karena saya belum maju-maju juga. Lha pigimana saya mau maju, ntar saya malah di omelin pegawai restoran karena menghalangi jalan mereka.

Maksud saya sih hanya, gimana kalo kita tidak ngedumel dulu, sebelum melihat apa yang ada didepan kita. Sama seperti para pengendara entah itu roda dua atau roda empat, sebaiknya jangan main asal klakson dulu kalau kita tidak tahu apa yang ada di depan kita. Mungkin saja ada orang yang menyeberang atau ada kucing lewat atau lainnya. Kalo klakson sekedar remind sih ngga pa-pa. Tapi kalo klakson terus-terusan ya bisa bikin kepala tambah puyeng.

Kalo udah gitu saya bisa jadi ikutan “panas”. Malah jadi tambah pelanin kendaraan, biar yang mo duluan jalan, monggo lewat aja.

So, bukan masalah cowok/cewek, atau bapak-bapak atau ibu-ibu. Masing-masing perlu lebih mengedepankan kesabaran di kota yang serba hiruk-pikuk seperti Jakarta ini.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: